Kegiatan Kolektif Guru untuk Meningkatkan Keprofesian

UKG2016.com - Seiring dengan peningkatan keprofesian bagi Guru Sekolah Dasar, Guru Sekolah Menengah Pertama, Guru Sekolah Menengah Atas, maupun Guru Menengah Kejuruan berikut penjelasan mengenai kegiatan kolektif guru.

Apa itu Kegiatan Kolektif Guru? Kegiatan Kolektif Guru adalah kegiatan bagi seorang guru (Guru SD/SMP/SMA/SMK) dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru baik di sekolah maupun luar sekolah dan bertujuan untuk meningkatkan keprofesian bagi guru yang bersangkutan.

Adapun bentuk kegiatan Kolektif Guru ini dapat berupa :

  1. Lokakarya atau kegiatan bersama (sebagai contoh IHT / in House Training);
  2. Kelompok Kerja Guru (KKG) / Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP);
  3. KKKS/ K3S atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS);
  4. Asossiasi guru per mata pelajaran antar jenjang [sebagai contoh Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI), Assosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI), Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI), Asosiasi Guru Sains Indonesia (AGSI), Asosiasi Guru Otomatif Indonesia (AGTOI), dan mata pelajaran lainnya] dalam menyusun perangkat kurikulum, pembelajaran, bahan ajar, penilaian, pengingkatan strategi pembelajaran, dan pendalaman substansi;
  5. Keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah seperti : seminar, koloqium, diskusi panel, forum ilmiah, simposium guru 2016, workshop, bimbingan teknis (bintek), focus group discussion (FGD), konferensi, sarasehan, kongres, muktamar, dan kegiatan ilmiah lainnya baik sebagai pembahas/pemakalah maupun sebagai peserta;
  6. Kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru [sebagai contoh menyusun kisi-kisi pembuatan ujian sekolah, penyusunan kisi-kisi dan pembuatan soal Ujian Akhir Semester, kegiatatan bedah standar kompetensi lulusan (penelaahan) untuk persiapan ujian]
Keterangan :
Keikutsertaan Guru dalam kegiatan kegiatan kolektif guru harus dibuktikan dengan bukti fisik sebagai berikut :

  • Fotokopi surat tugas dari Kepala Sekolah (KS) atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah. Jika seorang guru melaksanakan kegiatan kolektif guru yang penugasannya bukan dari Kepala Sekolah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), maka harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan tersebut dari Kepala Sekolah anda;
  • Laporan setiap kegiatan yang diikuti yang dibuat oleh guru yang bersangkutan disajikan dengan kerangka isi [lihat sistematika laporan kegiatan kolektif guru]


Dari rincian mengenai bentuk kegiatan kolektif guru seperti dijelaskan diatas, khususnya point KKG/MGMP akan dikupas tuntas pada artikel tentang kegiatan KKG/MGMP


Demikian Kegiatan Kolektif Guru untuk Meningkatkan Keprofesian

Related Posts:

link sponsor